Skip to content
Kabupaten Buru > News > Uncategorized > KKN-PPM UGM BURUBASUDARA ANGKAT POTENSI PERKEBUNAN MENJADI KOMODITAS UMKM

KKN-PPM UGM BURUBASUDARA ANGKAT POTENSI PERKEBUNAN MENJADI KOMODITAS UMKM

  • by

Tim KKN PPM UGM Buru Basudara 2024

Lebih dari 10 ribu mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta diterjunkan ke seluruh Provinsi Indonesia untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat atau yang sering dikenal dengan KKN PPM UGM. kegiatan ini berlangsung selama 50 hari dimulai pada tanggal 1 Juli hingga 19 Agustus 2024. Mahasiswa yang terbentuk dalam tim atau kelompok dikirim ke berbagai daerah di seluruh Provinsi Indonesia untuk mengabdi dan turut berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan sumber daya manusia yang unggul dan tercapainya pilar-pilar dalam sustainable development goals pada tahun 2024. Salah satu tim KKN-PPM UGM yang berhasil dalam memberdayakan masyarakat adalah KKN-PPM UGM BuruBasudara. BuruBasudara merupakan salah satu tim KKN-PPM UGM yang diterjunkan di Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.

Kabupaten Buru berada di Pulau Buru, Provinsi Maluku. Pulau yang dulunya dikenal sebagai pulau pembuangan bagi para tahanan politik ini menyimpan banyak potensi sumber daya alam yang melimpah salah satunya adalah hasil perkebunan dan perikanan. Cengkeh, pala, dan kopra menjadi komoditas utama di Kecamatan Air Buaya, Buru. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani cengkeh dan pala menjual hasil kebunnya secara mentah dan tanpa diolah. Hal ini akan mengurangi nilai komoditas karena dijual tanpa diolah terlebih dahulu. Potensi perkebunan ini dapat ditingkatkan dengan adanya pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa KKN-PPM UGM yang berasal dari klaster Agro dan Soshum memanfaatkan kondisi ini sebagai peluang untuk memberdayakan masyarakat. Pengolahan bahan baku mentah seperti pala menjadi sirup dan selai pala merupakan inovasi produk untuk meningkatkan UMKM daerah.

Pemberdayaan masyarakat dilakukan mulai dari sosialisasi pengenalan inovasi pengolahan produk, sosialisasi pemasaran produk melalui media sosial, hingga cara pembuatan produk, serta repacking produk. Sirup pala merupakan produk yang berhasil dikembangkan oleh tim KKN-PPM BuruBasudara yang kemudian mampu untuk diperdagangkan keluar daerah. Masyarakat pada umumnya hanya mengambil biji dan bunga pala untuk kemudian dijual, sedangkan daging pala dibuang begitu saja. Daging pala yang dibuang kemudian menjadi limbah masyarakat, kondisi ini memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memanfaatkan limbah daging pala sebagai olahan yang bernilai jual tinggi. Daging pala diolah dengan cara memilih daging yang segar, kemudian daging pala dibelah menjadi dua dan dicuci menggunakan air garam untuk menghilangkan getahnya. Setelah melalui proses pencucian, buah pala kemudian dipotong dan direbus bersama dengan bahan lain seperti gula dan air sampai kental. Setelah cairan pala mengental kemudian disaring dan jadilah sirup pala.

Hasil olahan pala atau sirup pala dapat diperjualbelikan melalui sosial media, maka dari itu mahasiswa dari klaster soshum turut memberikan pengetahuan mengenai pemasaran produk secara digital melalui sosialisasi pemasaran. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui instrumen pemasaran yang mudah dan dapat mengenalkan produk inovasinya sampai keluar daerah. Program kerja yang dilaksanakan dengan memberdayakan masyarakat ini merupakan langkah untuk mewujudkan beberapa pilar dalam Sustainable Development Goals diantaranya adalah pilar tanpa kemiskinan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta pilar tanpa kelaparan. Dengan melihat kondisi nyata di masyarakat, mahasiswa diharapkan dapat memetakan permasalahan yang ada dan memberikan solusi melalui inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berkontribusi dalam peningkatan perekonomian yang kreatif terutama di pesisir pantai Indonesia Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *