Namlea, 14 Juli 2024 – Bencana banjir bandang melanda empat kecamatan di Kabupaten Buru, Maluku, yaitu Kecamatan Waeapo, Waelata, Lolong Guba, dan Batabual. Peristiwa ini menyebabkan 2.217 kepala keluarga terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Deputi Kedaruratan bergerak cepat dengan menyerahkan bantuan tanggap bencana kepada Pemerintah Kabupaten Buru melalui Posko Komando Tanggap Darurat Bencana. Penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pemerintah pusat kepada masyarakat yang terdampak bencana. Rapat Penyerahan Bantuan ini dilakukan di ruang rapat Bupati Buru pada sabtu, 13 Juli 2024, dan dihadiri oleh Penjabat Bupati Buru, Bapak Syarif Hidayat, S.E, M.Si., Asisten 1, kepala BPBD kabupaten Buru beserta para pimpinan OPD lingkup kabupaten Buru.
Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB), banjir bandang disebabkan oleh intensitas hujan tinggi selama beberapa hari yang mengakibatkan debit air beberapa sungai besar meluap dan menggenangi pemukiman warga.
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan, BNPB melalui Deputi Kedaruratan telah menyerahkan bantuan tanggap bencana kepada Pemerintah Kabupaten Buru melalui Posko Komando Tanggap Darurat Bencana. Bantuan tersebut berupa dana operasional sebesar Rp. 150.000.000 dan dukungan logistik serta peralatan penanganan darurat bencana banjir. Penyerahan bantuan ini dilakukan oleh perwakilan Deputi Kedaruratan, Bapak Adji, yang menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang terjadi dan berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak.








Berikut daftar nama-nama desa yang terdampak :
- Kec. Waeapo
Desa Waenetat Dusun Air Mandidi
Desa Wanareja
- Kec. Waelata
Desa Debowae
Desa Waetina
Desa Waereman
Desa Waehata
- Kec. Lolong Guba
Desa Grandeng
Desa Lele
Desa Ohilahin
- Kec. Batabual
Desa Pela
Saat ini, penanganan bencana masih terus berlangsung. Tim bersama dengan instansi terkait dan masyarakat setempat bahu membahu dalam upaya pemulihan pasca bencana. Penjabat Bupati buru menghimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi terjadinya kembali bencana banjir, mengingat musim hujan masih berlangsung.
Mari kita bersama-sama mendoakan keselamatan dan kekuatan bagi para korban dan petugas yang sedang berjibaku menangani bencana ini.
.