Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Berita: Pemerintah Kabupaten Buru Peringati 1 Muharam 1436 Hijriah - Friday, 24 October 2014 09:19
Berita: Penataan Kembali Lokasi Areal Tambang Gunung Botak - Friday, 24 October 2014 08:36
Berita: Operasi Penataan lokasi Penambangan Emas Ilegal - Friday, 24 October 2014 07:00
Berita: Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI. M. Wiryadi Kunjungi Buru - Wednesday, 22 October 2014 00:32
Berita: Ajid Soulisa Lepas Kontingen Pesparani Kabupaten Buru 2014 - Tuesday, 21 October 2014 23:39
Berita: Industri Perikanan Kabupaten Buru Akan Menggeliat Kembali - Tuesday, 21 October 2014 04:42
Berita: Workshop Temu Usaha Forum Kemitraan Kabupaten Buru - Thursday, 16 October 2014 02:39
Berita: Namlea Bupolo Fair 2014 Berlangsung Sukses - Wednesday, 15 October 2014 02:12
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Wisata Pantai Jiku Merasa

Wisata Pantai Jiku Merasa 

Pantai Jiku Merasa yang berjarak 13 kilometer dari ibukota Kabupaten,…

[Read more]

Panen Padi Hybrida

Panen Padi Hybrida 

Panen Raya Padi Hybrida di Dataran Waeapo seluas 75 hektar…

[Read more]

Kuliner Asli Buru

Kuliner Asli Buru "Cake Roll Ubi" 

Cake Roll Ubi merupakan makanan khas Pulau Buru yang dioleh…

[Read more]

Wajik Hotong

Wajik Hotong 

Salah satu makanan tradisional khas pulau Buru adalah wajik hotong…

[Read more]

Padi Sawah

Padi Sawah 

Pulau Buru sebagai pulau Harapan seperti yang dikatakan Presiden Susilo…

[Read more]

Pantai Ubung

Pantai Ubung 

Dengan hamparan pasir putih dan laut yang indah merupakan daya…

[Read more]

Masjid Raya Al'Buruuj

Masjid Raya Al'Buruuj 

Mesjid megah kebanggaan masyarakat Kabupaten Buru, dibangun atas kerjasama antara…

[Read more]

KMP Danau Rana

KMP Danau Rana 

KMP Danau Rana melayani masyarakat Namlea ke desa Kaieli pergi…

[Read more]

1 2 3 4

Seto Mulyadi : Anak-anak Bupolo Terseyumlah

Siapa tak kenal dengan Seto Mulaydi atau yang di kenal dengan panggilan akrab Kak Seto juga seorang tokoh nasional sebagai ketua komisi perlindungan anak (KPA) berkesempatan mengunjungi Kabupaten Buru selama sehari. Pada kesempatan ini Kak Seto sebagai pembicara atau nara sumber dalam acara kegiatan sisoalisasi dan advokasi kabupaten layak anak berlangsung di aula kantor Bupati Buru Selasa (13/03/13). Kak Seto yang di kenal akrab dikalangan anak-anak ini sempat membuat para tamu undangan berdecak kagum mendengarkan materi yang disampaikan oleh Kak Seto dengan gaya khas.

Penyampaian materi Kak Seto yang diringi dengan gerak dan lagu ini meminta kepada seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali anak Bupolo untuk tetap tersenyum. "Mungkin berjuta anak sampai saat ini masih belum bisa tersenyum dengan gembira. Kenapa ? karena begitu banyak dari mereka dalam usianya yang masih sangat belia sudah harus menanggung beban begitu berat, baik fisik maupun mental yang menghambat proses tumbuh kembang mereka secara optimal, "kata Kak Seto dihadapan ratusan anak-anak se Kabupaten Buru. Dikatakan, diantara anak-anak yang belum bisa tersenyum itu adalah mereka yang sangat kurang memperoleh perhatian atau pengawasan dari orangtuanya atau bahkan yang tidak memiliki orang tua sama sekali. Anak-anak ini dapat dijumpai pada anak-anak yang hidup dijalanan, tidur di pasar, di emperan toko dan stasiun kereta api secara menggelandang dengan mengais rejeki melalui aktivitas kehidupan disekitarnya.  Kerasnya hidup yang harus mereka jalani kadang-kadang terpaksa menyeret mereka untuk melakukan berbagai tindak kriminal, sehingga pada usianya yang amat dini mereka sudah harus berurusan dengan aparat penegak hukum, tandas Kak Seto.

"Tak jarang kemudian, anak-anak tersebut harus meringkuk dibalik jeruji besi tembok penjara tanpa perlindungan yang semestinya dan kemudian memperoleh perlakuan sewenang-wenangnya bagaikan narapidana dewasa lainnya. Kondisi ekonomi saat ini juga telah memaksa jutaan anak-anak di kota maupun di desa terjun ikut bekerja guna memperoleh tambahan penghasilan apakah itu buruh anak dibidang pertanian dan perikanan di desa atau sebagai buruh anak dipabrik-pabrik dengan kondisi kerja yang sangat memprihatinkan. Mereka itulah yang sampai saat ini belum bisa tersenyum dengan ceria, karena berjuta anak dari mereka masih mengalami tindakan penyia-nyiaan, eksploitasi dan penyalahgunaan yang sangat bertentangan dengan hak asasi mereka sebagai manusia", tutur Seto Mulyadi yang sempat membawa putri ketiganya kedaerah ini.

Dikatakan, dari pengaduan ke Komnas Anak pada tahun lalu telah terjadi laporan pengaduan berjumlah 1.998 kasus anak, anak yang berhadapan dengan hukum 1.258 pengaduan dan ditemukan dari 16 lapas di seluruh Indonesia ditemukan 5.308 anak mendekam dalam tahanan. 2.5 juta jiwa anak usia 7-15 tahun tidak dapat menikmati pendidikan dasar 9 tahun, sedangkan 1,87 juta jiwa anak usia 13-15 tahun tidak mendapat hak atas pendidikan, anak bayi yang di buang orang tuanya sejumlah 219 anak.

Sementara itu, kata Kak Seto, Konvensi Hak Anak yang telah ditetapkan oleh PBB sebagai standar universal bagi hak-hak anak seharusnya berfungsi untuk melindungi mereka dari berbagai tindakan salah tersebut.  Untuk itu, semua pihak kiranya perlu berusaha agar makna dari Konvensi  Hak Anak tersebut dapat tersebar secara lebih luas, sebagaimana tertera dalam pasal 42 dari Konvensi tersebut yakni, Negara peserta berupaya agar prinsip-prinsip dan ketentuan Konvensi itu diketahui secara luas oleh orang dewasa dan juga anak-anak melalui cara yang tepat dan aktif. Menurut Kak Seto, dalam Konvensi Hak Anak yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1989 dimana Indonesia juga telah meratifikasinya melalui Kepres No 39 tahun 1990 tentang setiap anak tanpa memandan Ras, Suku Bangsa, Jenis Kelamin, Asal-Usul Keturunan, Agama maupun Bahasa mempunyai hak yakni, hak untuk hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang, hak untuk memperoleh perlindungan dan hak untuk berpartisipasi.

Dalam Kesempatan yang sama, Bupati Buru, Ramli Umasugi yang sementara mengisi liburan dari Lemhanas itu hadir dalam kegiatan tersebut dan mengatakan rasa terimah kasihnya atas kesempatan yang disediakan Kak Seto untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Kabupaten Layak Anak itu. Bupati Buru menambahkan, sumberdaya manusia unggul di masa depan seperti yang kita harapkan, tidak dapat tercipta dengan sendirinya. SDM berkualitas harus dipersiapkan secara khusus melalui sebuah strategi dan sistem yang mampu mendukung terpenuhinya hak-hak anak, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal serta terlindungi dari berbagai tindak kekerasan dan diskriminasi. Seperti diketahui, sepertiga dari total penduduk Kabupaten Buru terdiri dari anak-anak. Jumlah ini tidak sedikit sehingga perlu adanya koordinasi dan sinergi dari berbagai pihak di dalam pengembangan SDM anak yang berkualitas, agar dapat menjadi generasi yang handal di masa yang akan datang.

Untuk itu, patut disyukuri bersama bahwa pembangunan anak yang selama ini kita lakukan telah menghasilkan berbagai kemajuan yang signifikan bagi anak-anak di negeri ini. Tetapi di sisi lain, di sekeliling kita masih kita saksikan banyak anak Indonesia menghadapi berbagai masalah, sehingga kelompok anak-anak tertentu tidak dapat menikmati hak-haknya, termasuk dalam memperoleh akses pendidikan secara maksimal, pelayanan kesehatan, dan informasi yang layak baginya, serta menikmati hak untuk berpartisipasi. Semakin dirasa penting bagi kita akan adanya sebuah sistem pemenuhan hak-hak anak yang holistik, terintegrasi dan berkelanjutan, kata Umasugi.

Terkait dengan itu, Umasugi menjelaskan, untuk mengindikasikan kelayakan sebuah kabupaten/kota, terdapat 35 (tiga puluh lima) indikator yang mampu mewakili terpenuhinya hak-hak anak sehingga dapat dikatakan menuju Kabupaten/Kota Layak Anak. Substansi 35 indikator tersebut disarikan dari hak-hak anak yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Konvensi Hak Anak (KHA) yang terdiri dari lima kluster, yakni, hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif/pengganti, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya serta perlindungan khusus.

Untuk itu, dalam upaya mensukseskan kebijakan itu, Umasugi mengajak seluruh elemen masyarakat dinegeri ini, untuk lebih memperhatikan hak-hak anak karena perlu dipahami ukuran layak anak atau tidak-nya sebuah kabupaten/kota akan sangat ditentukan oleh anak-anak itu sendiri, bukan ditentukan oleh orang dewasa.

Terkait dengan itu pula, Umasugi mengingatkan, pendidikan anak dimulai dari pendidikan di rumah yang menjadi tugas dan tanggung jawab para orang tua, khususnya berupa pengasuhan, pembimbingan, dan pemberian arahan untuk menuju masa depan yang benar. Termasuk di dalamnya orang tua juga bertanggung jawab di dalam membentuk kepribadian anak. Termasuk nilai, etika, dan perlikunya. Dirumah pulalah sesungguhnya dimulai pembangunan kecerdasan anak-anak kita, termasuk dengan intellectual curiosity, rasa ingin tahu kita terhadap berbagai ilmu pengetahuan.

 

 

Link Indonesia

PRESIDEN SBY

DEPKOMINFO

Jumlah Pengunjung

Link Kab/Kota

Prop. Maluku

Link Berita Maluku

Admin Burukab.go.id
Azis Tomia
Faizal