Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
Berita: Pulau Buru Juga Punya Sejarah Perjuangan Bangsa - Monday, 18 August 2014 10:18
Berita: Detik-detik Proklamasi Kabupaten Buru - Sunday, 17 August 2014 06:58
Berita: Detik-Detik Proklamasi Proklamasi Di Kabupaten Buru - Sunday, 17 August 2014 05:47
Berita: Ramly Umasugi Kukuhkan Anggota Paskibraka Kabupaten Buru - Saturday, 16 August 2014 11:03
Berita: Sepeda Santai Peringati HUT RI Ke 69 - Saturday, 16 August 2014 10:58
Berita: Pemkab Buru Lakukan Penandatangan MoU Dengan BSM Cabang Ambon - Wednesday, 13 August 2014 08:43
Berita: Bupati Buru Serahkan Bantuan Alat-alat Pertanian - Sunday, 10 August 2014 10:38
Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com

Tambang Emas Di Wamsait Hebohkan Masyarakat

Penemuan tambang emas di sekitar desa Wamsait kecamatan Waeapo beberapa waktu lalu oleh masyarakat sekitar, kini mulai menjadi topik perbincangan hangat masyarakat, baik yang ada di desa maupun di kota. Betapa tidak, tambang emas yang menggemparkan masyarakat ini sudah menjadi mata pencaharian masyarakat untuk mendulang emas di lokasi itu dengan  penambangan emas tradisional akhir-akhir ini semakin marak.
"Pekerjaan mendulang itu kini menjadi pekerjaan alternatif bagi para sebaian masyarakat yang ada di dataran Waeapo”, ujar Sutomo salah satu warga desa Wamsait.  Dijelaskan, saat ini di lokasi tambang emas tradisional di sekitar gunung Warmoly kini terdapat ratusan orang lebih pekerja tambang emas tradisional yang berasal dari berbagai daerah di kabupaten Buru.

Padahal, sebelumnya pendulang emas itu hanya berjumlah kurang dari 100 orang. "Jumlah pendulang itu membludak setelah berita penemuan tambang emas tersebar," ujarnya.

“Habis tidak ada pekerjaan lain, selain menjadi pendulang emas dadakan," ujar Ancori salah satu warga Namlea yang membawa rombongannya untuk mendulang emas. Menggantungkan nasib dan menjadi pendulang emas adalah satu-satunya mata pencaharian mantan tukang ojek tersebut. Meski hasilnya tidak menentu, warga yang bukan hanya berasal dari Desa Wamsait dan sekitarnya itu tetap bertahan beberapa hari dilokasi tambang emas untuk menjadi pendulang emas dengan memakai alat dulang dadakan dari kuali (penggorengan) yang dibelinya dari pasar. Kadang-kadang hasilnya mereka jual ke pembeli dan mereka bisa mendapatkan Rp300 ribu per hari bahkan puluhan juta rupiah asalkan mereka bisa bertahan lebih lama dilokasi tambang.

Lain halnya denga Susyono warga desa Wamsait dan merupakan orang pertama yang menemukan tambang emas tersebut. Susyono menceritakan malam itu dia bermimpi dan diberi petunjuk dalam mimpinya, bahwa di gunung Warmoly tersebut ada emasnya. Keesokan harinya Susyono seorang diri langsung menuju gunung tersebut dan benar adanya, digunung itu ada emasnya. “Pertama kali saya mengecek seorang diri dengan membawa peralatan seadanya guna mencari emas tersebut seperti dalam mimpi dan benar ada butiran-butiran kuning yang ternyata emas. Selanjutnya setipa hari saya pergi sendirian untuk mendulang emas, karena ada yang curiga dan membuntuti saya, maka tersebarlah berita penemuan emas di gunung Warmoly”, kata Susyono ketika ditemui dilokasi tambang dengan beberapa kerabatnya yang juga sedang mendulang emas.

Warga sekitar juga baru sadar ternyata di tempat mereka memiliki kandungan emas dan bahan mineral lain termasuk bukit-bukit yang menjadi incaran para penambang untuk mencari bahan galian emas dan penambangan emas tradisional ini sudah dilakukan sebulan yang lalu.

Sepanjang jalan menuju dataran Waeapo baik siang dan malam bahkan dini hari, terlihat banyak lalu lalang kendaraan bermotor yang ingin menambang bahkan sekedar masyarakat yang ingin tahu tentang lokasi tambang emas yang menggemparkan itu.

Link Indonesia

PRESIDEN SBY

DEPKOMINFO

Jumlah Pengunjung

Link Kab/Kota

Prop. Maluku

Link Berita Maluku

Admin Burukab.go.id
Azis Tomia
Faizal