Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com

Agenda Pembangunan

PetaWilayah Pengembangan 

 

Wilayah  Pengembangan  dimaksudkan  sebagai  kebijakan  pembangunan  agar tingkat  pelayanan  wilayah  lebih  efektif  dan  efisien,  baik  pelayanan  pemerintahan maupun pelaksanaan kegiatan pembangunan wilayah sejalan dengan program-program pengembangan/pembangunan  yang  telah  direncanakan,  serta  untuk  memperpendek rentang               pelayanan      pemerintah,          baik             dalam pelaksanaan, pengawasan         maupun pengendalian pembangunan.

 

Pusat-pusat  perwilayahan  yang  ditunjuk  akan  merupakan  tempat  konsentrasi fasilitas  pelayanan  umum  sesuai  kebutuhan  wilayah  belakangnya  dan  kecamatan- kecamatan yang dibawahinya. Berdasarkan kondisi wilayah, Kabupaten Buru diarahkan untuk dibagi kedalam 4 (empat) Wilayah Pengembangan (WP), yaitu :

 

(1). Wilayah  Pengembangan  (WP)  I.  Meliputi  kecamatan  Namlea  dan  Waplau dimana Namlea sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dengan rencana pengembangan pada  sektor  perdagangan  dan  jasa  didukung  oleh  sektor  pertanian  dan  perikanan. Jikumerasa dan Sawa/Waeperang direncanakan sebagai Pusat Pelayan Kawasan (PPK) dengan wilayah rencana pengembangan pariwisata. Wilayah Pengembangan I meliputi 2 (dua) kawasan pengembangan yaitu:

 

Pertama;  Kawasan  Namlea  sebagai  Pusat  Kegiatan  Lokal  dengan  leading  sektor perdagangan dan jasa dengan Pusat Pelayanan Lingkungan   (PPL) pada Desa Sanleko dengan wilayah rencana pengembangan pada sektor perikanan dan perkebunan meliputi Desa Jamilu, Desa Siahoni, Desa Batuboy, Dusun Saliong dan Dusun Marloso.

 

Kedua  ; Kawasan  Waplau  sebagai  Pusat  Pelayanan  Kawasan  (PPK) dengan  rencana pengembangan pada sektor pertanian didukung oleh sub sektor peternakan dengan 3 (tiga) Pusat Pelayanan Lingkungan  (PPL) yaitu :

 

a)     PPL  Waeperang  dengan  rencana  pengembangan  sektor  pertanian  meliputi  Desa

b)     Waeperang, Desa Lamahang, Dusun Miskoko, Desa Waplau, dan Dusun Waenau;

c)     PPL  Namsina  dengan  rencana  pengembangan  sektor  pertanian  meliputi  Desa Waeura, Desa Samalagi, Desa Namsina dan Dusun Waelessi;

 

d)     PPL  Wailihang  dengan  rencana  pengembangan  sektor  kelautan  dan  perikanan meliputi  Desa  Wailihang,  Desa  Waprea,  Desa  Waepotih,  Desa  Hatawano,  Desa Skikilale, Laheriat dan Dusun Tupanaliang.

 

 

(2). Wilayah Pengembangan (WP) II meliputi Kecamatan Airbuaya dengan rencana pengembangan  pada  sektor  perikanan  dan  perkebunan  didukung  oleh  sektor peternakan dan kehutanan, meliputi 3 (tiga) kawasan pengembangan yaitu :

 

Pertama  :  Kawasan  Teluk  Bara  sebagai  Pusat  Kegiatan  Lokal  (PKL)  dengan rencana pengembangan pada sektor perikanan didukung oleh sektor pertanian dan kehutanan dengan dua (2) Pusat Pelayanan Lingkungan  (PPL) yaitu :

 

a.  PPL Waeruba dengan rencana pengembangan pada sektor perikanan meliputi Dusun  Waeruba,  Desa  Kampung  Baru,  Dusun  Waehotong  Baru,  Tanjung Karang dan Waekase;

 

b.  PPL Waelanga dengan rencana pengembangan pada sektor pertanian meliputi Dusun Wailanga, Dusun Walmatina dan Desa Selwadu.

 

Kedua  :  Kawasan  Wamlana  -  Airbuaya  dengan  rencana  pengembangan  pada sektor perikanan didukung oleh sektor pertanian dan peternakan dengan 2 (dua) Pusat Pelayanan Lingkungan  (PPL) yaitu :

 

(a). PPL Wamlana dengan rencana pengembangan pada sektor perikanan meliputi Desa  Wamlana,  Desa  Waspait,  Desa  Waenibe,  Desa  Waekose  dan  Desa Balbalu;

(b). PPL Air Buaya dengan rencana pengembangan pada sektor pertanian meliputi Desa   Airbuaya,   Desa   Waimangit,   Desa   Waipure,   Dusun   Waiula,   Dusun Karamat, Desa Batlale dan Desa Wasbakat;

 

Ketiga  :  Kawasan  Danau  Rana  dengan  rencana  pengembangan  pada  sektor pertanian didukung oleh sektor peternakan dan kehutanan, diarahkannya sebagai wilayah  pengembangan  Agrowisata  Berbasis  Budaya  meliputi  2  (dua)  Pusat Pelayanan Lingkungan  (PPL) yaitu :

 

a.         PPL  Silewa  dengan  rencana  pengembangan  pada  sektor  pertanian  meliputi Desa   Wasi,   Dusun   Ukalahin,   Nipa,   Dusun   Skusa,   Dusun   Silewa,   Desa Lemanpoli, Dusun Walsekat dan Desa Waidangan;

 

b.        PPL  Waereman  dengan  rencana  pengembangan  pada  sektor  pertanian  dan sektor kehutanan meliputi Desa Waereman, Dusun Wagrahi, Warujawa, Dusun Wamamboli, Dusun Kaktuan, Dusun Gehonangan dan Dusun Erdapa.

 

 

(3). Wilayah  Pengembangan  III,  Meliputi  wilayah  Dataran  Waeapo  dengan  pusat pengembangan di Waenetat sebagai Pusat Kegiatan   Lokal (PKL) dengan rencana pengembangan  pada  sektor  pertanian  didukung  oleh  peternakan  dan  kehutanan terutama   pada   Daerah   Aliran   Sungai   (DAS),   meliputi   4   (empat)   kawasan pengembangan yaitu :

 

Pertama : Kawasan Waenetat sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) meliputi Desa Waekasar dan Baman dengan satu Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) pada Desa Savana  Jaya  dengan  rencana  pengembangan  pada  sektor  pertanian,  kehutanan dan peternakan meliputi Dusun  Bantalareja, Desa Gogrea, Desa Waetele dan Desa Waekerta.

Kedua  :  Kawasan  Waegeren  dimana  Desa  Waegeren  sebagai  Pusat  Pelayanan Kawasan (PPK)  dengan rencana pengembangan  pada sektor pertanian didukung oleh 2 (dua) PPL yaitu :

 

a)        PPL Wabloy meliputi Desa Waegeren,  Desa Kubalahin, Dusun Mahetnangan, Dusun  Waesuhan,  Desa  Wabloy,  Desa  Tifu,  Dusun  Waigapa  dan  Dusun Migodo;

 

b)        PPL Wanakarta meliputi Dusun Waswadi, Waengura, Dusun Bialahin;

 

Ketiga;  Kawasan  Grandeng  dimana  Desa  Grandeng  sebagai  Pusat  Pelayanan Kawasan (PPK) dengan rencana pengembangan pada sektor peternakan meliputi 2 (dua) PPL yaitu :

 

a)        PPL Metar meliputi Dusun Wagernangan, Dusun Metar, Desa Wapsalit, Desa Lele, Dusun Debo, Dusun Wambasalahin dan Dusun Mesayang;

 

b)        PPL  Lokasi  meliputi  Dusun  Modan  Mohe,  Dusun  Watimpuli,  Dusun  Lokasi, Dusun Ukalahin dan Dusun Waengapan;

 

Keempat  :  Kawasan  Parbulu  dimana  Desa  Parbulu  sebagai  Pusat  Pelayanan Kawasan (PPK)  dengan rencana pengembangan  pada sektor pertanian didukung oleh sub sektor peternakan dengan Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) pada Desa Debowae  dengan  wilayah  pendukung  Debowae,  Dafa,  Widit,  Wamsait,  Waelata, Warmoli dan Waetoni;

 

Kelima : Kawasan Waelo dimana Desa Waelo sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) dengan rencana  pengembangan pada sektor pertanian didukung oleh sub sektor peternakan meliputi 2 (dua) PPL yaitu;

 

a)        PPL  Waeleman  meliputi  Desa  Waeleman,  Dusun  Guna  Jaya,  Dusun  Simlau, Desa Basalale, Dusun Skotbessy, Winangan dan Dusun Wasgoret;

 

b)        PPL  Waetina  meliputi  Desa  Waetina,  Waepulun,  Waeflan,  Tanah  Merah  dan Homrey.

 

(4). Wilayah  Pengembangan  IV,  meliputi  Kayeli/Masarete-  Ilath  dengan  rencana pengembangan pada sektor perikanan dan sub sektor perkebunan meliputi 2 (dua) kawasan pengembangan yaitu :

 

Pertama : Kawasan Ilath sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dengan rencana pengembangan pada sektor perikanan dan sub sektor perkebunan yang meliputi desa  Ilath,  Waemorat,  Waelawa,  waemoli,  Namsugi,  Namlea  Ilath,  Waemorat, Seith dan Batujungku.

 

Kedua : Kawasan Kayeli/Masarete dengan Pusat Pelayanan Kawasan  (PPK) pada Desa  Kayeli/Masarete  dengan  rencana  pengembangan  pada  sektor  perikanan meliputi   desa   Kaki  Air,   Masarete,   Kayeli,   Waetose,   Waelapia,  Waefefa  dan Wayasel.

 

 

Link Indonesia

Sapa Mendagri

Jumlah Pengunjung

Link Kab/Kota

Prop. Maluku

Link Berita Maluku

Admin Burukab.go.id
Azis Tomia
Faizal

Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com

Video Profil Kab. Buru

Situs Bappeda Kab. Buru

LPSE Kab. Buru