|
a. Geografis Wilayah Kabupaten Buru terletak diantara 3 (tiga) kota penting di Indonesia Timur yaitu Makassar, Manado/Bitung, dan Ambon serta dilalui oleh sea line III, hal ini menempatkan Kabupaten Buru pada posisisi yang strategis. Secara fisik setelah pemekaran Buru Selatan sebagai Kabupaten maka, Kabupaten Buru dibatasi oleh : - Sebelah Utara : Laut Seram - Sebelah Selatan : Kabupaten Buru Selatan - Sebelah Timur : Selat Manipa - Sebelah Barat : Laut Banda
Luas Kabupaten Buru adalah 7.594,98 Km2 yang sebagian besar wilayahnya terdapat pada Pulau Buru - Lintang Selatan : 2025’ - 3055’ - Bujur Timur : 125030’ - 127021’. b. Kondisi Geologi
Morfologi Morfologi pulau buru terbagi menjadi tiga satuan, yaitu pegunungan, perbukitan dan dataran. Satuan Pegunungan, terbentang di bagian tenggara, selatan, barat dan tengah pulau buru yang menempati sekitar 70% dari luas pulau dengan kemiringan lereng relatif curam. Yang termasuk dalam satuan ini adalah daerah bertopografi karst yang berlereng sangat terjal dengan banyak gua dan sungai bawah tanah. Satuan Perbukitan, tersebar disekeliling morfologi pegunungan yang membentuk rangkaian perbukitan yang membulat dan berlereng landai sampai agak curam dengan ketinggian sampai 800 m. Satuan Dataran, terbagi ke dalam dataran rendah dan dataran antar gunung. Dataran rendah melampar di daerah utara dan di sepanjang sungai besar. Dataran Waeapo misalnya, adalah daerah yang luas dengan panjang 36 km dan bagian terlebar mencapai 15 km. Dataran antar-gunung terdapat di daerah danau rana dan sekitar Waelou di selatan Danau Rana. Litologi Secara umum, batuan yang membentuk pulau buru yang tersingkap di permukaan tersusun atas endapan permukaan, batuan sedimen, batuan metamorf, batuan gunungapi, dan batuan terobosan. - Endapan Permukaan, Endapan permukaan yang tersingkap di pulau buru berumur kuarter (plistosen akhir sampai holosen). Endapan permukaan ini terdiri atas endapan undak, endapan danau dan aluvial.
- Batuan Sedimen, Batuan sedimen yang menyusun pulau buru diendapkan sekitar umur trias akhir sampai holosen awal yang terdiri dari batuan sedimen klastik berupa lanau, batupasir, konglomerat dan sedimen karbonat berupa batugamping koral dan terumbu.
- Batuan Metamorf, Batuan metamorf merupakan komponen terbesar batuan yang membentuk pulau buru, merupakan ubahan dari batuan sedimen karena proses tektonik. Litologi ini menempati bagian utara, tengah dan timur dan tenggara pulau dengan membentuk morfologi pegunungan.
- Batuan Gunung Api, Batuan gunung api di kabupaten buru merupakan batuan gunung api bawah laut menempati daerah perbukitan rendah di bagian selatan pulau dalam hamparan sempit memanjang, dan di bagian barat pulau, serta di pulau Ambalau.
- Batuan Terobosan, Batuan terobosan di pulau buru terdiri dari diabas yang dijumpai dibeberapa tempat di daerah pantai timur dan andesit biotit tersebar di pantai selatan pulau.
Struktur geologi Pulau buru merupakan bagian dari kerak bumi yang relatif mantap. Ini dicirikan oleh tidak adanya sesar naik, batuan bancuh dan peridotit. Struktur geologi yang terbentuk pada daerah ini yaitu lipatan, sesar normal dan sesar mendatar. Lipatan yang terbentuk berupa sinklin dan antiklin yang berarah barat-timur yang disebabkan adanya gaya memadat yang berarah utara-selatan. Sesar normal terdapat di sekitar danau rana dan pantai selatan. Danau rana merupakan lekukan tektonik yang dibatasi oleh sesar normal yang diduga masih aktif. Pantai selatan Pulau Buru dicirikan dengan tebing pantai yang terjal dan sempit yang merupakan jalur sesar normal tersebut. Sesar mendatar umumnya berarah timur laut – barat daya dan barat laut – tenggara. Sesar yang berarah timur laut – barat daya, merupakan sesar dextral sedangkan yang berarah barat laut – tenggara merupakan sesar sinistral. Kedua sesar itu seumur dan sejenis, terbentuk oleh gaya memadat yang berarah relatif utara – selatan. Iklim Dan Cuaca Pulau Buru memiliki ilim tropis dan iklim musim yang dipengaruhi oleh angin musim serta berhubungan erat dengan lautan yang mengelilinginya.Ciri umum dari curah hujan tahunan rata-rata dibagi dalam 4 kelas untuk 3 wilayah kecamatan sebagai berikut : a. Buru bagian Utara 1400 – 1800 mm/tahun b. Buru bagian Tengah 1800 – 2000 mm/tahun c. Buru bagian Selatan 2000 – 2500 mm/tahund. " Kawasan berelevasi lebih dari 500 m dari permukaan laut dengan rata-rata 3000 – 4000 mm/tahunRata-rata temperatur tahunan 26ºC, lamanya periode basah dimana ketergantungan curah hujan lebih tinggi dari evapotranspirasi potensial tanaman adalah 1599 mm/tahun atau rata-rata perbulan dalam range 133 – 135 mm.
|