| Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) Tahun 2009 di Resmikan |
|
|
| Ditulis Oleh azis tomia | |
| Tuesday, 09 March 2010 | |
|
Sementara Wakil Bupati Buru dalam sambutannya yang di bacakan Asisten II, Gadri Lating, SH mengatakan bahwa pendekatan program penanggulangan kemiskinan selama ini harus diubah yakni yang harus menjadi aktor utama untuk mengeluarkan masyarakat miskin dari lingkaran kemiskinan adalah masyarakat miskin itu sendiri, bukan pemerintah ataupun pihak lain. “Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa program-program penanggulangan kemiskinan yang bertumpu pada pendekatan pemberdayaan masyarakat justru memberikan hasil yang lebih efektif dan tingkat keberlanjutannya jauh lebih baik dari pada yang dilaksanakan oleh Pemerintah dan Swasta maupun LSM secara langsung” lanjut Hentihu Lebih jauh Hentihu mengatakan program PPIP menerapkan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara penuh mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan sampai pengawasan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan akses keterlibatan masyarakat dalam pembangunan perdesaan. Dalam kesempata ini diresmikan beberapa Program PPIP diantara Pembangunan jembatan di desa Waeflan, Gorong-gorong di Desa Debowae. |
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 17 March 2010 ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui perbaikan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan infrastruktur perdesaan, Pemerintah terus menggalakan Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP). Dalam tahun 2009 Pemerintah Kabupaten Buru memfokuskan program PPIP di 3 Kecamatan yakni Kecmatan Waeapo yg meliputi Desa Waitina, Waelo dan Waeflan dan Kecamatan Namlea serta Kec. Waplau. Demikian kata Ketua Organisasi Masyarakat Desa (OMS) saat memberikan laporan pada acara syukuran dan peresmian Porgram Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) tahun 2009 (7/3/2010) di