| Pembangunan Transmigrasi Untuk Pemberdayaan Masyarakat |
|
|
| Ditulis Oleh Herry. S | |
| Monday, 28 December 2009 | |
|
Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut kata Bupati Buru diperlukan konsep sistem penyelenggaraan transmigarsi nasional dengan paradigma baru berintikan lima pokok pikiran yang menggariskan bawha transmigrasi dilaksanakan untuk mendukung ketahanan pangan, kebutuhan papan, ketahanan nasional, kebijakan energi alternatif dan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi serta pemerataan investasi daerah dari penanggulan pengangguran kemiskinan. ”Dalam mendukung penjabaran paradigma itu pemerintah Kabupaten Buru dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan telah menetapkan wilayah pengembangan transmigarsi sebagai daerah integral dari perencanaan pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah (RPJMD) tahun 2009 – 2012”, kata Husnie Hentihu.
Sedangkan kebijakan imlplementasi tersebut tandas Hentihu telah terakomodir dalam tata ruang wilayah dengan skala prioritas pengembangan wilayah transmigrasi ditujukan kepada pemberdayaan masyarakat komoditas adat terpencil (KAT) sebagai prioritas program pembangunan melalui revitalisasi pembangunan pemukiman layak huni, layak usaha, layak berkembang dan layak lingkungan dengan pendekatan pola kota terpadu mandiri (KTM) dalam rangka membentuk pertumbuhan yang mempunyai fungsi perkotaan melalui pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dengan upaya mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah. Dengan demikian lanjut Hentihu program ini diharapkan mampu mewujudkan sasaran pembangunan transmigrasi sekaligus dapat memenuhi tujuan pembangunan daerah sebagaimana visi pemerintah Kabupaten Buru sebagai ”Kawasan Tumbuh Cepat Berbasis Pertanian Munuju Masyarakat Sejahteradan Demokratis”. Diantara dampak positif pembangunan transmigrasi di Kabupaten Buru adalah dicanangkannya Kabupaten Buru sebagai lumbung pangan provinsi Maluku dan lahan sawah yang dijadikan sebagai aktivitas pertanian adalah kawasan eks pemukiman transmigrasi yang kini telah menjadi kecamatan Waeapo.
Pada kesempatan ini juga diberikan bantuan untuk masyarakat berupa 40 ekor sapi masing-masing dusun Waplan desa Waitina kecamatan Waeapo sebanyak 20 ekor dan desa Keramat kecamatan Air Buaya sebanyak 20 ekor sapi. Sedangkan paket c berupa buku bacaan dan alat tulis diberikan untuk desa Deboway dan paket perlengkapan perpustakaan untuk UPTD dusun Waplan dan dusun Wabloi. Sementara dari hasil pertanian juga diperagakan oleh ibu-ibu PKK desa Wamsait yaitu pembuatan kripik dari sayur bayam, steak buah nangka, labu dodol dan tomat kepada para undangan yang hadir pada peringatan hari Bhakti Transmigrasi yang ke 59 ini. |
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 28 December 2009 ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|


















