| Wakil Bupati Buru Melakukan Panen Buah Jarak |
|
|
| Ditulis Oleh Herry | |
| Monday, 18 May 2009 | |
|
Tanaman jarak atau jatropha saat mulai banyak dikembangkan di Indonesia karena tanaman jarak ini bisa dijadikan sebagai energi alternatif pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM). Untuk melihat peluang tersebut kini pengembangan tanaman jarak (Jatropha) mulai dikembangkan dan ditanam di Kabupaten Buru oleh salah satu investor yang tertarik dengan tanaman jarak ini. Salah satu jenis tanaman jarak yang di kembangkan adalah jenis jarak hybrida asal negeri tirai bambu yang mempunyai pertumbuhan yang sangat cepat dari pada dinegeri asalnya dengan masa panen selama 3 bulan. Untuk itu dengan masa pertumbuhan yang cepat ini Wakil Bupati Buru Ramly Umasugi, S.Pi,MM bersama Muspida Kabupaten Buru melakukan panen perdana buah jarak yang berlangsung di desa Waplau kecamatan Waplau Minggu (17/05/09) dengan luas lahan 10 hektar dan menebar benih ikan sebanyak 1500 ekor bibit ikan di kolam milik petani ikan. Wakil Bupati Buru Ramly Umasugi sangat terkesan dengan jenis tanaman jarak hybrida ini karena pertumbuhannya sangat cepat dan jarak ini pertumbuhannya lebih cepat dari pada yang ditanam di negeri asalnya China. Selain itu Pemerintah Kabupaten Buru juga akan melakukan kerja sama dengan salah satu investor asal China untuk pengembangan tanaman jarak (Jatropha) di Pulau Buru. Langkah kerja sama ini nantinya akan ditindak lanjuti dengan penanda tanganan nota kesepakatan MoU (Memorandum of Understanding) . Akan tetapi dalam menindak lanjuti MoU ini belum lama empat orang investor atau pengusaha asal China telah melihat langsung dan meneliti tanaman jarak yang berada di Desa Sawa, Kecamatan Namlea, dan Desa Waplau, Kecamatan Waplau. Hasil penelitian sementara yang dilakukan pihak investor ini ternyata membuktikan kalau postur tanah serta jenis tanaman jarak yang diadopsi dari negeri asalnya yakni China dengan memiliki kualitas yang cukup baik, jika dibandingkan dengan di negaranya. Sehingga dalam tahun ini juga, kata Asiong, salah seorang pengusaha yang mengembangkan tanaman jarak di Kabupaten Buru menjelaskan bahwa sudah ada semacam kesepakatan sementara antara pihak investor China dan Pemda Buru dengan melakukan kerja sama dibidang investasi.
Ketika melakukan kunjungan ke lokasi tanaman jarak di Desa Sawa dan Desa Waplau ke 4 orang investor asal China yang didampingi Wakil Bupati Buru Ramly I. Umasugi S.Pi, MM., mengaku sangat terkesan dengan hasil pengolahan tanaman jarak yang berada di lokasi pendidikan seperti SMA Negeri Sawa dan di Desa Waplau. Ramly Umasugi mengungkapkan rasa kekagumannya itu setelah melihat langsung proses panen jarak yang berlangsung di Desa Sawa dengan pengembangan tanaman jarak dan Pemerintah Daerah telah membuat program penanaman jarak di setiap wilayah pesisir sejak tahun 2007. Hal ini dilakukan selain untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan untuk merubah pola hidup masyarakat ke arah yang lebih baik, terutama dalam meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Sehingga dari program tersebut kata Ramly Umasugi, S.Pi,MM bersama Bupati Buru Drs. Hi. M. Husnie Hentihu telah membuat komitmen untuk mengembangkan tanaman jarak sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
|
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















