Transportasi Cetak E-mail
 
 
 
 

1. Prasarana Transportasi Darat

 

Kabupaten Buru dengan karakteristik kewilayahan sebagai kabupaten pulau memiliki potensi penduduk yang tersebar pada wilayah pesisir dan cenderung masih terisolir, membutuhkan ketersediaan infrastruktur jalan darat yang memadai sebagai alternatif untuk terbukanya aksesibilitas dan mobilisasi barang dan jasa sehingga dapat memacu terbukanya keterisolasian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sampai saat ini, ketersediaan infrastruktur jalan darat yang dimiliki relatif masih terbatas dan masih terkonsentrasi untuk transportasi jalan darat dalam Kota Namlea dan hubungan transportasi yang menghubungkan Kota Namlea dan kota kecamatan dan beberapa wilayah pesisir yang wilayah jangkauannya berdekatan, sehingga aksesibilitas dan mobilitas barang dan jasa relatif mengalami hambatan karena masih terdapat sebagian penduduk yang terisolir. Dalam perencanaan program/kegiatan berkelanjutan, diharapkan adanya upaya dan perhatian dalam pembangunan/pemeliharaan infrastruktur jalan darat guna memudahkan daya jangkau masyarakat dalam kepentingan aktivitas perekonomian dan aktivitas lain sehari-hari, termasuk membuka jalur transportasi jalan darat baru untuk memudahkan jangkauan aksesibiltas dan mobilitas barang dan jasa perekonomian masyarakat. Data berikut menjelaskan potensi prasarana jalan darat, termasuk daya tempuh yang dimiliki :

Tabel  1.

Panjang Jalan Menurut Status

 

 

Kabupaten Buru Tahun 2006-2008

 

No.

Jenis dan Klasifikasi

Tahun

2006

2007

2008

(km)

(km)

(km)

1

2

3

4

5

1

Panjang Jalan Nasional

254.18

254.18

254.18

2

Panjang Jalan Provinsi

295.92

295.92

295.92

3

Panjang Jalan Kabupaten

573.48

617.32

760.03

Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Buru

 

 

Tabel  2.

Kondisi Jalan Berdasarkan Jenis Permukaan

 

 

 

Kabupaten Buru Tahun 2006 - 2008

 

 

 

 

 

 

No.

Tahun

Jenis Permukaan

Kondisi Jalan

Jumlah

 

Mantap

Sedang

Tdk Mantap

 
 

1

2

3

4

5

6

7

 

1

2006

Aspal

 

248.86

-

-

248.86

 

Batu Kerikil

-

228.89

-

228.89

 

Tanah

 

-

-

645.83

645.83

 

Jumlah

248.86

228.89

645.83

1,123.58

 

2

2007

Aspal

 

259.60

-

-

259.60

 

Batu Kerikil

-

235.39

-

235.39

 

Tanah

 

-

-

672.43

672.43

 

Jumlah

259.60

235.39

672.43

1,167.42

 

3

2008

Aspal

 

278.08

-

-

278.08

 

Batu Kerikil

-

282.39

-

282.39

 

Tanah

 

-

-

749.56

749.56

 

Jumlah

278.08

282.39

749.56

1,310.03

 

Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Buru

 

 

 

 
 

Tabel  3.

Waktu Tempuh Rata-rata Untuk Setiap Ruas Jalan

 

 

Kabupaten Buru Tahun 2008

 

 

 

No.

Ruas Jalan

Waktu Tempuh Rata-rata

 
 

1

2

3

 

1

Namlea - Marloso

 

0,3 jam

 

2

Marloso - Mako

 

0,4 jam

 

3

Namlea - Samalagi

 

1,4 jam

 

Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Buru 

 

 
 

2. Sarana Transportasi Darat

 

Secara umum, jenis sarana transportasi darat yang tersedia dan selama ini dimanfaatkan untuk menunjang kelancaran arus aksesibilitas dan mobilitas barang dan jasa serta proses aktivitas masyarakat di Kabupaten Buru adalah jenis kendaraan Bus dan Angkutan Kota. Hal ini sesuai kebutuhan, dimana akses transportasi reguler masyarakat masih bertumpu pada kedua jenis kendaraan dimaksud dengan jalur hubungan transportasi yang tersedia adalah hubungan antar Kota Namlea dan wilayah pesisir yang telah dihubungkan dengan infrastruktur jalan darat. Gambaran data berikut menjelaskan jumlah ketersediaan kendaraan berdasarkan jenisnya, yang relatif bertambah tiap tahun : 

Tabel  4.

Jumlah Kendaraan Berdasarkan Jenis

 

 

Kabupaten Buru Tahun 2008

 

 

 

 

No.

Jenis Kendaraan

Tahun

2006

2007

2008

1

2

3

4

5

1

 Kereta Api

-

-

-

2

 Bus

 

13

15

18

3

 Angkutan Kota / Desa

130

141

144

Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Buru

 

 

Tabel  5.

Frekuensi dan Biaya Transportasi Darat

 

 

 

Kabupaten Buru 2008

 

 

 

 

No.

Jenis Kendaraan

Frekuensi

Tarif per km

 
 

1

2

3

4

 

1

 Kereta Api

 

 

 

2

 Bus

 

3

282

 

3

 Angkutan Kota / Desa

6 - 10 Rit

641.66

 

Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Buru

 

 

3. Prasarana dan Sarana Transportasi Sungai dan Laut

 

Selain karakteristik dengan dominasi wilayah daratan, Kabupaten Buru juga memiliki wilayah laut yang cukup luas dengan intensitas arus aksesibiltas dan mobilitas barang dan jasa serta aktivitas masyarakat dengan menggunakan jenis transportasi laut cukup tinggi. Hal ini karena posisi geografis Kabupaten Buru yang berada strategis dan merupakan area penghubung (sea line III) antar pulau, baik transportasi dalam wilayah pulau maupun antara pulau (dari dan ke Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara). Berikut dapat diuraikan potensi ketersediaan prasarana dan sarana transportasi sungai dan laut di Kabupaten Buru : 

Tabel  6.

Prasarana dan Sarana Transportasi Laut

 

 

 

 

 

Kabupaten Buru Tahun 2006-2008

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No.

Prasarana / Sarana

Tahun

2006

2007

2008

1

2

3

4

5

1

Jml Pelabuhan

6

Buah

6

Buah

4

Buah

2

Jml Armada

1,004

Unit/Thn

960

Unit/Thn

866

Unit/Thn

3

Jml Penumpang :

 

 

 

 

 

 

 

- Turun dari angkutan

55,251

Orang

53,016

Orang

61,465

Orang

 

- Naik angkutan

40,102

Orang

39,172

Orang

43,354

Orang

4

Jml barang bongkar

565,093,852

T/M3

612,798

T/M3

126,086

T/M3

5

Jml barang Muat

116,450,242

T/M3

359,210

T/M3

713,478

T/M3

6

Kecepatan Bongkar muat

350-400

Ton/hari

400-450

Ton/hari

400

Ton/hari

Sumber : Dinas Perhubungan Kab. Buru

 

 

 

 

 

4. Prasarana dan Sarana Transportasi Udara

 

Dengan karakteristik wilayah pulau, prasarana dan sarana transportasi udara di Kabupaten Buru sangat penting untuk menunjang aksesibiltas dan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi lainnya. Sampai saat ini jalur transportasi udara yang dimanfaatkan masih menggunakan prasarana lapangan terbang milik TNI-AU dan jenis pesawat Cassa 212 dengan jadwal penerbangan 96 kali dalam setahun. Dalam perencanaan kedepan telah diprogramkan pembangunan lapangan terbang yang layak dan memadai (sementara proses pembangunan) yang berada di Desa Sawa (30 Km dari Kota Namlea). Berikut dapat digambarkan dalam tabel, fasilitas dan frekuensi penerbangan di Kota Namlea :

Tabel  7.

Prasarana dan Frekwensi Penerbangan

 

 

 

Kabupaten Buru 2006-2008

 

 

 

 

 

No.

Tahun

Lokasi

Luas (m)

Sarana yang Tersedia

Frekuensi Penerbangan

 
 

1

2

3

4

5

6

 

1

2006

Namlea

752 x 23

 Ruang Tunggu, Radio Komunikasi,

96 kali penerbangan

 

 Penunjuk Arah Angin, Timbangan Barang

 

2

2007

Namlea

1.250 x 23

 Ruang Tunggu, Areal Parkir Radio Komunikasi,

96 kali penerbangan

 

 Penunjuk Arah Angin, Timbangan Barang

 

3

2008

Namlea

1.250 x 23

 Ruang Tunggu, Areal Parkir Radio Komunikasi,

96 kali penerbangan

 

 Penunjuk Arah Angin, Timbangan Barang

 

Sumber : Dinas Perhubungan Kab. Buru

 

 
 

KM. LAMBELU

KM. LAMBELU 

Pesawat POLRI & TNI

Pesawat TNI 

 

Kapal Cepat 

 

 

KMP. TEMI 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 13 February 2010 )
 

LINK KABUPATEN/KOTA


Kota Ambon
 
 
Maluku Tenggara
 
Seram Bagian Timur

LINK - LINK

PRESIDEN SBY

INDONESIA

MPR

DPR

KPK

DEPDAGRI

DEPKOMINFO


Provinsi Maluku

TIPS DARI KAMI

Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang yang tidak lekas marah, yang pemalu, yang merasa cukup, yang menjaga diri dari meminta, bapa keluarga yang bertaqwa dan Allah marah pada orang yang keji perbuatannya, buruk lidahnya, suka meminta, yang memaksa dan yang kurang cerdik

Ahli Hikmah