Cetak E-mail

PERINDUSTRIAN

 

Secara umum, perkembangan sektor industri dan perdagangan di Kabupaten Buru belum menunjukan kontribusi berarti dalam pembentukan PDRB dan laju pertumbuhan ekonomi. Artinya, perkembangan dan pertumbuhannya masih perlu penanganan intensif, termasuk penerbitan dan penertiban aturan regulasi terkait. Identifikasi perkembangan dan pertumbuhan sektor industri masih bertumpu pada sistem pengolahan hasil pertanian dalam skala kecil, sektor perdagangan yang masih bertumpu pada sistem perdagangan antar pulau, serta hotel dan restauran yang relatif masih minim. Selanjutnya dapat diuraikan berdasarkan tabel berikut :

Tabel  1.

Jumlah Usaha Perdagangan

 

 

Kabupaten Buru Tahun 2006-2008

 

 

 

No.

Tahun

Skala Usaha

 
 

Kecil

Menengah

Besar

 

1

2

3

4

5

 

1

2006

720

260

49

 

2

2007

814

312

63

 

3

2008

917

351

68

 

Jumlah

2,451

923

180

 

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Buru.

 

 

Tabel   2.

Jumlah Pasar

 

 

 

Kabupaten Buru Tahun 2006-2008

 

 

 

No.

Tahun

Pasar

 
 

Tradisional

Modern

 

1

2

3

4

 

1

2006

11

2

 

2

2007

12

3

 

3

2008

14

3

 

Jumlah

37

8

 

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Buru.

 

 

Tabel  3.

Jumlah Jenis Industri, Tenaga Kerja, Nilai Produksi dan Investasi

 

 

 

 

 

 

Kabupaten Buru Tahun 2007-2008

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No.

Jenis Industri

Unit Usaha

Tenaga Kerja (Org.)

Nilai Produksi (Rp.)

Nilai Investasi (Rp.)

 
 

2007

2008

2007

2008

2007

2008

2007

2008

 

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

 

1

 Industri Hasil Pertanian/Hutan

 

465

482

2,684

2,740

3,967,009,000

4,791,009.000

5,667,155,000

6,679,155,000

 

2

 Industri Logam Mesin dan Kimia

 

40

44

152

168

1,089,270,000

1,185,270.000

1,556,100,000

1,676,100,000

 

3

 Industri Aneka

 

9

11

19

23

21,875,000

53,875.000

31,250,000

71,250,000

 

Jumlah

514

537

2,855

2,931

5,078,154,000

6,030,154

7,254,505,000

8,426,505,000

 

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Buru.

 

 

 

 

 

Tabel  4.

Perkembangan Unit Usaha, Tenaga Kerja & Investasi Sektor Perdagangan

 

 

 

 

Kabupaten Buru Tahun 2007-2008

 

 

 

 

 

 

 

 

No.

Skala Perdagangan

Jumlah Unit Usaha

Tenaga Kerja (Org.)

Investasi (Rp.)

 
 

2007

2008

2007

2008

2007

2008

 

1

2

3

4

5

6

7

8

 

1

 Pedagang Kecil

 

814

917

3,396

3,627

29,676,500,000

29,693,407,000

 

2

 Pedagang Menengah

 

312

351

1,839

1,955

29,793,138,600

29,801,592,100

 

3

 Pedagang Besar

 

63

68

635

691

23,383,500,000

23,387,726,750

 

Jumlah

1,189

1,336

5,870

6,273

82,853,138,600

82,882,725,850

 

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Buru.

 

 

 

 
 

KOPERASI DAN UKM

 

Koperasi merupakan sokoguru perekonomian rakyat, olehnya itu pemberdayaan masyarakat untuk lebih giat membangun usaha koperasi dan usaha kecil menengah akan memacu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta merangsang pergerakan pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini karena pertumbuhan koperasi dan usaha kecil menengah bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat bawah, yang cenderung berdomisili di pedesaan. Pertumbuhan dan perkembangan perkoperasian dan UKM di Kabupaten Buru relatif meningkat tiap tahun, seperti tertera pada data berikut :

 

Tabel   5

Perkembangan KUD, Koperasi non KUD dan UKM (aktif dan tdk aktif)

 

 

 

Kabupaten Buru Tahun 2007-2008

 

 

 

 

No.

Jenis Koperasi

Tahun

 
 

2007

2008

 

1

2

3

4

 

1

Koperasi KUD :

17

17

 

a. Aktif

 

3

3

 

b. Tidak Aktif

14

14

 

2

Koperasi Non KUD :

122

137

 

a. Aktif

 

100

101

 

b. Tidak Aktif

 

22

36

 

3

UKM

 

887

1,716

 

Jumlah

1,026

1,870

 

Sumber : Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Buru

 

 

Tabel   6.

Perkembangan KUD, Koperasi non KUD dan UKM (aktif dan tdk aktif)

 

 

 

Kabupaten Buru Tahun 2007-2008

 

 

 

 

 

 

 

No.

Kecamatan

Tahun 2007

Tahun 2008

Koperasi

UKM

Koperasi

UKM

KUD

Non KUD

KUD

Non KUD

1

2

3

4

5

6

7

8

1

Namlea

 

1

62

624

1

64

991

2

Waplau

 

1

7

34

1

8

66

3

Air Buaya

 

2

12

95

2

13

67

4

Waeapo

 

12

34

118

12

44

573

5

Batabual

 

1

7

16

1

8

19

Jumlah

17

122

887

17

137

1,716

Sumber : Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Buru

 

 

 

 

 

PENGELOLAAN MINYAK KAYU PUTIH KABUPATEN BURU

Industri Batu Kapur Kab. Buru
Penyulingan Minyak Kayu Putih

Penyulingan Kayu Putih
Apa yang biasu diburu di pulau buru? Pulau yang identik sebagai tempat pembunagan tahanan politik pemerintahan Soeharto itu, menyisakan banyak hal yang biasa dieksplorasi. Kekhasan pulau buru adalah produksi minyak kayu putih tradisionalnya. Tentang minyak kayu putih ini, bisa menjadi sebuah tujuan wisata pedesaan yang sangat menarik.
Daun kayu putih disuling secara tradisional menjadi kayu putih banyak dikerjakan oleh warga Kabupaten Buru. Rata-rata setiap ketel (tungku) penyulingan, dikelola oleh dua atau tiga keluarga secara bergiliran dengan sisti bagi hasil. Tradisi pengolahan itu tetap dilakukan secara turun temurun dan minyak kayu putih menjadi komiditas andalan.
Tradisi yang sudah turun temurun selama ratusan tahun tersebut, ternyata tidak hanya menggambarkan sebuah teknologi statis sederhana untuk mendapatkan minyak kayu putih tetapi juga menggambarkan hubungan dalam ”sebuah keluarga”
Menurut Laweci (50) seorang penyulingan, dua tungku bersama ketel dan tempat pengeluaran minyak hasil suling, mempunyai arti sendiri yang belakangan di lupakan sebagaian besar produsen minyak kayu putih. ”Membuat minyak kayu putih ini tidak hanya menyuling tetapi mempunyai arti kehidupan. Kalau dalam rumah tangga ada bapak ibu dan anak, demikian juga dengan sepasang tungku dan tangki penyulingan tersebut. Ketika kami masih kecil proses penyulingan ini tidak bisa dilihat secara bebas” tutur Laweci. Hal itu karena proses penyulingan itu, bisa diibaratkan sebagai proses hubungan suami-istri
Hingga kita, Lwaeci dan beberapa temannya secara bergelirian mengunakan sebuah tungku dan ketel penyulingan dipinggiran kota Namlea dengan teta onal.
Hanya saja belakangan, minyak kayu putih diproduksi secara masal dengan menjalankan teknologi industri terkini. Ini pula yang menyebabkan beberapa produk minyak kayu putih mempunyai kwalitas yang berbeda.
Kendati demikian, orang buru memiliki cara sendiri menakar kadar kmurnian minyak kayu putih. Ada yang mengocok botolnya dan melihat hasil busanya, ada yang membuka dan memasang matanya tepat dimulut botol untuk mengetahui tingkat kepedasannya. Ini juga bisa dilakukan dengan melihat tingkat kepedasan dari jenis ketel penyulingan yang digunakan untuk menghasilkan minyak

Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 26 January 2010 )
 

LINK KABUPATEN/KOTA


Kota Ambon
 
 
Maluku Tenggara
 
Seram Bagian Timur

LINK - LINK

PRESIDEN SBY

INDONESIA

MPR

DPR

KPK

DEPDAGRI

DEPKOMINFO


Provinsi Maluku

TIPS DARI KAMI

Allah mengasihani kaum yang menganggap dunia sebagai barang simpanan. Lalu mereka menyerahkannya kepada orang yang sanggup memegang amanah mereka terhadap barang simpanan tersebut. Kemudian, mereka merasa senang dengan ringannya beban

Al-Hassan Al-Bashri