|
|
|
Berbagai hiasan janur kelapa, ketupat, makanan anak-anak, buah-buahan tergantung menghiasi pohon-pohon yang ada disekitar masjid. Tak ketinggalan berbagai macam pelita yang terbuat dari bambu dan botol bekas juga menghiasi lingkungan sekitar masjid-masjid di kota Namlea dan sekitarnya . Peristiwa ini mengingatkan akan pada peringatan malam pitu likur atau malam tujuh likur di bulan ramadhan yang telah diturunkan oleh nenek moyang secara turun-temurun. Selain itu malam pitu likur ini adalah untuk menghidupkan kembali malam-malam di bulan Ramadhan dengan cahaya lampu pelita, bahkan pelita tersebut ada yang dicampur dengan damar sehingga baunya harum semerbak mewangi. |
|
Selengkapnya...
|