Home / OBJEK WISATA

OBJEK WISATA

Objek Wisata Kabupaten Buru, Maluku– Luas wilayah Kabupaten Buru telah berkurang menjadi 7.594,98 Km² yang terdiri dari luas daratan 5.577,48 Km² dan luas lautan 1.972,5 Km² serta luas perairan 57,4 Km² dengan panjang garis pantai 232,18 Km². Sedangkan berdasarkan letak astronomi, Kabupaten Buru berada pada titik koordinat 125070’ – 127021’ BT 2025’ – 3055’ LS.

Bentuk wilayah Kabupaten Buru dikelompokan berdasarkan dataran, pantai dan perbukitan termasuk dataran tinggi (plateau/pedmont) dengan  bentuk kelerengan variatif. Kabupaten Buru didominasi oleh kawasan pegunungan dengan elevasi rendah berlereng agak curam dengan kemiringan lereng kurang dari 40 % yang meliputi luas 15,43 % dari keseluruhan luas wilayah daerah ini.

Untuk itu tidak Bingung di Kabupaten Baru banyak sekali  Objek-objek Wisatanya, Nah berikut ini adalah  tempat wisata dikabupaten buru:

 

Pantai Jikumerasa

Jikumerasa menyuguhkan pesona alam pantai kepada setiap orang yang ingin melepaskan kepenatan dalam rutinitas kerja, Berada di Kecamatan Namlea dengan hanya berjarak kurang lebih 10 KM dari kota namlea menjadikan Jikumerasa primadona Kabupaten Buru. Wisata alam laut yang tersaji seperti lukisan alam yang membentuk 3 warna tatkala matahari mulai berada tepat diatas kepala, dengan desiran gulungan ombaknya merupakan bonus bagi mereka pencinta surfing.

 

Pantai Merah Putih Namlea

Pantai Merah Putih, siapa tak kenal dengan pantai yang terletak di kota Namlea tidak jauh dari masjid Jamee dan pelabuhan kecil Namlea. Pantai yang dulu tidak berfungsi ini, kini dibangun oleh pemerintah Kabupaten Buru sebagai tempat rekreasi keluarga atau tempat melepas lelah yang ingin bersantai dan menikmati kuliner khas kota namlea yang bikin kangen di pantai Merah Putih ini. Memang pantai Merah Putih apabila dibandingkan dengan waktu sebelum dibangun sangatjauh berbeda sekali jika dibandingkan dengan yang sekarang. Kalau sebelum dibangun oleh pemerintah Kabupaten Buru, pantai Merah Putih hanya sekedar orang atau warga yang menikmati dibibir pantai ini tanpa berlama-lama. Akan tetapi jika dibandingkan yang sekarang banyak warga atau masyarakat yang ingin datang setiap hari sehingga dapat berlama-lama di pantai Merah Putih ini.

 

Danau Rana

Objek wisata ini berada tepat dipedalaman Pulau Buru ± 63 km km dan berada pada ketinggian 700 m diatas permukaan laut. Danau rana merupakan danau terbesar di Propinsi Maluku, berada dalam wilayah Kecamatan Air Buaya sangat cocok bagi wasatawan yang suka berpetualang dialam bebas,  untuk mencapainya tersedia dua jalur pilihan,  pertama perjalanan melalui jalur barat melalui Desa Wamlana Kecamatan Air Buaya, desa yang terletak ± 80 km dari pusat kota Namlea ini bisa anda capai dengan mobil selama 1,5 jam.

 

Pantai Ratu Waeperang

Pantai Ratu yang terletak sekitar 20 kilometer dari ibukota kabupaten ini, pantainya terbentang hampir sepanjang dua kilo meter dengan hamparan pasir putih yang seolah menggoda wisatawan untuk duduk diatasnya. Para wisatawan ini pasti menginginkan liburan yang menyenangkan dan penuh kesan tentunya pantai ini yang paling cocok untuk dikunjungi, dan melupakan sejenak rutinitas hidup anda dan menghirup udara segar yang penuh sensasi dengan menikmati pemandangan air laut yang eksotik dan tak lupa menikmati sunset yang penuh dengan daya tarik tersendiri bagi pantai Ratu.

 

Hutan Mangrove Teluk Kayeli

Teluk Kayeli terletak di sebelah timur P. Buru. Kota terdekat adalah Namlea yang berhadapan langsung dan bisa di capai dengan transportasi darat maupun laut. Kawasan penting ini merupakan hutan mangrove yang dikelilingi oleh hutan luruh daun lembab. Topografinya landai, daerah pesisir pantainya merupakan penghasil ikan dan krustasea ekonomis penting. Daerah ini merupakan penahan lumpur untuk mencegah terjadinya pendangkalan dermaga Namlea, pelindung daerah persawahan serta jaringan irigasi yang ada di belakangnya di dataran lembah Wai Apu dari terjangan ombak, abrasi pantai dan infiltrasi air laut. Di dataran Wai Apu ini terdapat lokasi transmigrasi yang diharapkan akan menjadi pusat produksi pertanian di P. Buru. Terdapat empat pemukiman di dalam hutan bakau dan tiga pemukiman di sekitarnya. Masyarakat yang ada dalam kawasan ini umumnya bekerja sebagai petani dan nelayan. Tanaman komuditi utama adalah coklat dan kelapa serta hasil laut terutama kepiting.