Home / KULINER

KULINER

IKAN KUAH KUNING

Ikan Kuah Kuning : Kelezatan kuah kuning  ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu. Bahkan, juga selalu disajikan untuk menjamu para tamu – tamu  yang datang ke Buru. Kuah nya terasa sangat segar, juga rasa asam bercampur dengan pedas dari cabe. Ikan kuah kuning  ini  biasanya disajikan dengan urap daun papaya, ikan kakap merah bakar, dan sambal bekasang yang dibuat dari ikan cakalang tumbuk.

Bagi masyarakat di timur Indonesia, khususnya Maluku dan Papua, rasanya tidak lengkap apabila menimati ikan kuah tanpa disajikan dengan papeda dan sambal bekasang. Rasanya sungguh nikmat, aroma khas papeda dilumuri dengan kuah kuning dan ikan segar sungguh Cara Membuat Masakan Ikan Kuah Kuning :

1. Yang pertama anda lakukan yaitu membersihkan ikannya.
2. Selanjutnya anda lumuri ikan dengan jeruk nipis kemudian anda diamkan selama 20 menit.
3. Setelah 20 menit, kemudian anda tumis bumbu halusnya dengan minyak goreng, caranya yaitu masukkan daun salam, daun jeruk serta sereh dan 
asam kandis hingga menjadi harum.
4. Lalu masukkan air secukupnya kemudian anda tambahkan garam, gula pasir dan penyedap rasa.
5. Anda masak sampai mendidih lalu anda taruh ikannya, kemudian anda masak hingga kuah berkurang dan matang sehingga bumbu meresap kedalam ikan.
6. Sajikan.sebuah kenikmatan citarasa yang bisa Anda dapatkan bila berkunjung di Bumi Bupolo tercinta.

PAPEDA

Papeda  : Ingat papeda pasti ingatan anda langsung di Indonesia Timur, ya benar, Papeda merupakan makanan berupa bubur sagu khas Maluku dan makanan khas Papua yang biasanya disajikan dengan beragam jenis ikan  yang dibumbui dengan kunyit atau yang lebih dikenal di Indonesia Timur Ikan Kuah Kuning. Papeda berwarna putih dan maknan ini bertekstur lengket yang mirip lem dengan rasa yang tawar. namun sebenarnya papeda merupakan makanan yang kaya serat, rendah kolesterol dan cukup bernutrisi.

Mungkin anda yang belum pernah coba dan baru melihat dan mendengar makanan ini pasti kurang memikat, namun jika anda sudah mencicipi makanan khas maluku yang satu ini pasti membuat anda serasa asyik dengan keunikan tersendiri makan papeda khas maluku yang memang namnya sudah sangat famelier di teliga kita.

Ada romantisme kisah yang mengiringi setiap suapan papeda. Papeda sendiri berasala dari olahan pohon sagu, tentunya dengan proses yang tidak mudah karena harus mengolah batang yang telah ditebang dan didiamkan berminggu-minggu. Dahulu masyarat menggunakan alat tokok sagu yang memakan waktu berhari-hari untuk memarut satu batang sagu yang berusia di atas 15 tahun. Kini masyarakat terbantu dengan alat pemarut kelapa yang dimodifikasi menjadi alat parut sagu. Proses pemarutan batang sagu seukuran betis orang dewasa menjadi lebih mudah dan hemat waktu dengan hasil yang lebih banyak.

Cara Membuat Papeda :
1. Bersihkan sagu dalam rendaman air dan didiamkan hingga sagu terpisah dari kotoran dan lebih putih bersih.
2. Panaskan Air hingga mendidih.
3. Sagu yang sudah bersih dan telah dibuang air rendaman kemudian disiram dengan air mendidih secukupnya sambil sagu diaduk sampai menjadi papeda kemudian sajikan.

IKAN ASAR

Ikan Asar  : Ikan Asar pada dasarnya adalah sama seperti ikan asap. Namun, yang membedakan adalah cara mengasapinya. Jika ikan asap ditaruh di atas asap secara horizontal, maka ikan asar ditaruh diagonal di sisi bara yang menghasilkan asap. Ini dilakukan agar ikan benar-benar kering dan masak hingga ke dalam sisi-sisi daging. Artinya, tidak ada lagi kandungan air yang tersimpan dalam daging, karena sudah turun saat posisi ikan dimiringkan.

Bahan dasar Ikan Asar umumnya adalah ikan Cakalang, ikan Ekor Kuning atau ikan Tongkol, yang jelas dibutuhkan ikan dengan tekstur daging yang cukup padat agar tidak rapuh saat diasapi. Proses memasaknya cukup sederhana, dari kondisi ikan mentah kemudian dibersihkan isi perutnya dan siap untuk diasapi. Lama pengasapan adalah sekitar 4-5 jam dan dilakukan dalam ruangan tertutup, agar asap meresap hingga ke dalam daging hingga benar-benar matang.

Keunikan Ikan Asar tidak hanya pada cara memasaknya, cita rasa ikan ini pun begitu otentik. Gurihnya daging asap dan aroma yang begitu menggugah selera terpancar dari tiap sisi ikan yang dijual. Ikan Asar sangat cocok dinikmati dengan pelengkap nasi dan sambal colo-colo. Dengan hidangan nasi panas makan ikan asar ini akan menambah kenikmatan tersendiri.

COLO-COLO

Colo-Colo : Sambal colo-colo ini merupakan sambal khas yang terkenal sangat pedas rasanya. Sambal ini merupakan sajian wajib bagi masyarakat Maluku. tak lengkap rasannya menikmati sajian khas colo-colo tanpa ikan asar. Maknyuuuss..!

Sambal ini terbuat dari tomat muda, bawang merah, dan cabe rawit yang diiris tipis lalu diberi taburan garam dan disiram jeruk nipis. Tanpa diulek. Sambal colo-colo ini juga dapat ditambahkan dengan daun kemangi, irisan kenari mentah, atau rarobang. biasanya juga di tambahkan kecap manis.

HOTONG

Di era modern ini, makanan tidak hanya sebagai sebuah kebutuhan primer sehari-hari,namun lebih dari itu makanan kini dapat berevolusi menjadi sebuah ikon suatu daerah tertentu,yang dapat dipromosikan untuk meningkatkan pariwisata daerah tersebut. Mungkin populernya lebih dikenal dengan sebutan wisata kuliner.

Bagi  pelancong atau turis,penting bagi mereka untuk memilih jenis wisata apa yang mereka pilih. Ada yang memilih wisata pantai,wisata gunug,wisata religi,wisata olahraga,dan lain sebagainya.Tapi bagi sebagian turis ada juga yang memilih wisata kuliner sebagai pilihan untuk mengisi waktu liburannya.Tentunya yang memilih wisata jenis ini adalah orang yang memiliki hobi selain melancong,tapi juga memiliki hobi makan,terutama mencicipi jenis makanan yang baru bagi mereka.

Sama dengan daerah – daerah lain di Indonesia,Kabupaten Buru juga memiliki berbagai wisata kuliner yang patut dicoba. Selain sagu yang sudah umum diketahui sebagai makanan khas dari Indonesia Timur,Kabupaten Buru masih memiliki satu jenis bahan makanan yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas.yakni  Namanya adalah HOTONG.

Hotong merupakan makanan pokok khas Pulau Buru,yang sekilas mirip seperti gandum.Namun Hotong memiliki rasa yang lebih khas,dan tekstur yang lebih besar dari gandum,dan tentunya mengandung karbohidrat,yang sangat dibutuhkan tubuh sebagai pembangun tenaga.Salah satu pengolahan khas makanan Hotong ini adalah dengan membuatnya menjadi bubur Hoton atau,waji Hotong.

Karena ke unikannya  Makanan ini biasanya disajikan pada acara acara resmi di daerah ini.atau menyambut tamu.Selain itu juga biasa di sajikan pada bulan Ramadhan sebagai makanan pembuka puasa.Gurihnya santan dengan perpaduan gula merah yang gurih di tambah dengan rasa hotong yang khas,semakin menambah selera makan anda.

Untuk itu,bila ingin menambah menu makanan terbaru anda,maka Hotong bisa direkomendasikan sebagai salah satu menu  pilihan yang  patut anda coba.Selain ke unikan yang dimilikinya,yang paling penting adalah kalian tidak akan menjumpai makanan ini di daerah lain,Hanya di Pulau Buru.

 

RUJAK JIKUMERASA

Rujak adalah makanan yang menjadi salah satu kebanggaan Bangsa Indonesia. Memang di Negara-negara barat kita mengenal fruit salad, namun rujak berbeda. Buah-buahan tropikal dan saus sambal kacang menjadi ciri khas utama makanan yang bernama rujak ini. Hampir di setiap daerah di Indonesia mengenal makanan ini. Selain karena keberadaan buah-buahan yang begitu melimpah di Indonesia, citarasa makanan Indonesia yang beraneka ragam seperti pedas, asam, asin, bahkan manis pun terwakilkan semua di dalam rujak.

Rujak. Makanan ini kayaknya termasuk dalam makanan favorit Nusantara dengan versi yang berbeda-beda sesuai daerahnya. Kali ini saya mau mengangkat Rujak Jikumerasa. Ini rujak orang Jikumerasa. Orang Namlea bilang, kalau ke Jikumerasa belum makan rujak, berarti belum makan rujaknya orang Jikumerasa. Jikumerasa itu Desa yang terkenal dengan  pantai di Namlae. Dari kota namlea, perjalanan menggunakan mobil kira-kira 25 menit dengan jarak 17 kilometer.  Perkataan di awal artikel adalah perkataan yang benar-benar terucap dari mulutku ketika mencicipi salah satu makanan favorit ketika berkunjung ke Pantai Jikumerasa, Namlea (Pulau Buru) Maluku. Rujak memang sudah biasa, namun saya begitu tergelitik untuk mencoba rujak yang satu ini.

Keunikan utama rujak ini terletak pada sambal kacangnya yang luar biasa berbeda dengan sambal rujak umum yang biasa saya makan. Rasa manis memang mendominasi, namun gula merah yang menjadi unsur utama bumbu kacangnya terasa lebih legit dari gula merah yang umum. Tambahan pala dan pangkal buah belimbing juga merupakan faktor penting yang membuat rasa sambal kacang rujak ini begitu berbeda. Percikan rasa pedas seakan malu-malu keluar dari bumbunya, namun tidak dapat dipungkiri bahwa hal inilah yang membuat saya ketagihan dengan Rujak Jikumerasa. Belum lagi ketika bumbu tersebut berpadu dengan citarasa buah-buahan tropis yang menjadi makanan utamanya. Rasa manis, pedas, asin, dan asam bercampur semua di dalam mulut dan menciptakan citarasa yang tidak biasa saya rasakan.

Kelebihan lain yang dimiliki rujak ini adalah jumlah potongan buah yang begitu banyak. Nanas, Bengkoang, Timun, Kedondong, Belimbing, Pepaya, dan Mangga Golek khas Pulau Buru menjadi buah utama yang dipotong-potong. Tidak kira-kira, sang Ibu penjual rujak membuat satu porsi rujak seharga 10.000 rupiah ini dengan porsi sangat mengenyangkan. Entah kenapa, perut saya yang masih kosong tidak ingin makan makanan lain setelah mencicipi rujak ini. Anehnya, saya pikir saya kenyang tetapi rasa di lidah ingin mencicipi rujak ini satu porsi berikutnya dan saya pun memesan rujak satu porsi lagi. Keindahan citarasa rujak Jikumerasa ini pun sangat menyatu dengan pemandangan lautan pantai Jikumerasa, dan berbagai pemandangan pantai yang menjadi obyek utama. Apalagi ketika minuman air kelapa muda datang menghapus segala dahaga dan menghilangkan lelah yang terasa.

Keunikan berikutnya dari Rujak Jikumerasa adalah para penjualnya yang semuanya kaum wanita. Menurut beberapa penjual, hal ini terjadi karena merupakan tradisi turun-temurun. Selain itu, rujak sejenis seperti di Pantai Jikumerasa tidak dijual di sembarang  tempat. Hanya ada di pantai jikumerasa. Dengan penjelasan ini, saya mengerti mengapa rujak ini menjadi sangat istimewa bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke kota Namlea.

Oke, Rujak Jikumerasa dan Pantai Jikumerasa. Ini hanya secuil dari kekayaaan Pulau Buru yang ada. Saya masih punya  “harta” Kota Namlea yang lain di tulisan-tulisan berikutnya. Hmphh.. Aduh Mama, beta masih menelan ludah membayangkan gilingan kacang tanah dan nanas yang manis dan gurih itu.

PASAR KULINER KHAS NAMLEA

Pada waktu sore sampai malam hari, di kawasan ini  Anda juga dapat menemukan berbagai aneka  makanan nikmat dan lauk pauk siap saji  khas Maluku . Walaupun hanya berupa tenda atau gerobak, pedagang-pedangang di sini siap menjajakan makanannya.bagi yang ingin berkunjung ke kota Namlea tak usah takut kelaparan, langsung aja datang ke pasar kuliner ini.