Home / Agenda / Bupati Buru : Eksistensi Tatanan Adat Harus Terus Dilestarikan

Bupati Buru : Eksistensi Tatanan Adat Harus Terus Dilestarikan

Di tengah-tengah perkembangan globalisasi saat ini banyak suku bangsa yang hampir-hampir kehilangan eksistensinya, padahal eksistensinya ini sangat penting agar kita tidak kehilangan jati diri sebagai masyarakat adat, karena adat dan budaya merupakan kekayaan daerah yang tidak ternilai. Undang-undang RI telah memberikan jaminan akan hal ini, sehingga eksistensinya harus terus dilestarikan.

Hal ini disampaikan Bupati Buru, Ramly I. Umasugi, ketika menghadiri pengukuhan Saudara Aref Gibrihi selaku Matlea Gibrihi di Desa Tanjung Karang, Sabtu (13/01/2018) lalu. Ritual adat pengukuhan kepala Soa Matlea Gibrihi, menunjukkan bahwa tatanan ada yang melekat pada orang Buru tetap terjaga dengan baik ditengah-tengah kemajuan zaman yang luar biasa. Harapan saya kepada kepala Soa atau Matlea Gibrihi yang hari ini dikukuhkan, agar saudara dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, jadilah pengayom bagi seluruh masyarakat adat khususnya anak marga gibrihi.

Disamping itu, Bupati Buru menyampaikan sesuai dengan amanah UU, saat ini selain alokasi dana desa (ADD) ada juga dana desa. Untuk itu, semua komponen masyarakat termasuk perangkat adat harus dilibatkan dalam pengusulan perencanaan dan pemanfaatan anggaran, sehingga hasil pembangunan ini dapat berdaya guna dan berhasil guna kepada seluruh masyarakat. Penggunaan dana desa ini juga harus transparan, seluruh komponen masyarakat adat merupakan mitra kerja dari pemerintah daerah. Olehnya itu perangkat adat harus mampu mengambil peran dalam pengelolaan anggaran desa ini sehingga hasilnya diharapkan desa menjadi baik dan tentu saja hasil ini akan sangat berpengaruh bagi pemerintahan diatasnya. Disamping itu, saat ini dengan telah beroperasinya satu unit BTS Telkomsel bantuan pemerintah di Desa Tanjung Karang saya harapkan, bantuan ini dapat dimanfaatkan secara bijak. Tegasnya.

Menutup sambutannya, Bupati Buru berpesan kepada seluruh masyarakat, mengingat saat ini akan memasuki tahun-tahun politik sebagai konsekuensi dari negara demokrasi, apa yang telah terjadi pada pilkada Kabupaten Buru lalu saya harapkan dapat menjadi pengalaman, ambil yang baik dan buang yang sifatnya buruk, sehingga daerah ini tetap kondusif. (Faiz)

Facebook Comments

Check Also

SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI TINGKAT PRATAMA LINGKUP PEMERINTAH KABUPATEN BURU TAHUN 2017

Bupati Buru Ramly I. Umasugi yang didampingi oleh Wakil Bupati Buru Amustofa Besan, SH secara …